Contoh kata pengantar laporan perjalanan

Friday, April 5, 2013


Kata Pengantar

      
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada kami. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.

          Pada kesempatan ini, kami menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Berbagai dukungan moral maupun materil yang telah diberikan. Ucapan terimakasih tersebut kami ucapkan kepada :

1.      Ibu Inggit Gantini selaku guru bidang studi Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam berbagai hal yang menyangkut penulisan laporan ini.
2.      Ibu Febriani selaku asisten Ibu Inggit yang ikut membimbing penulis dalam penulisan laporan ini.
3.      Para orang tua yang telah  mendukung dan mendoakan kami
4.      Para narasumber yang bersedia di wawancara
5.      Kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tak langsung dalam penyusunan laporan ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Untuk memenuhi rasa keingintahuan kami, maka kami mengunjungi beberapa objek wisata yang juga bersejarah yaitu: Masjid Raya Bandung, Museum Geologi, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Gedung Merdeka. Kami menjelajahi tempat-tempat tersebut membutuhkan kurang lebih 2 hari. 

Penyusun menyadari keterbatasan dalam penyusunan laporan ini. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini sangat penyusun harapkan. Besar harapan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Bandung, 13  Maret 2013

    


                     Penyusun



i

Contoh Cover Laporan Perjalanan




LAPORAN PERJALANAN
 
Disusun untuk memenuhi Tugas Bahasa Indonesia






       Disusun oleh : Alaika Azzahra      (02)
        Kenisha Amara.F    (20)
        Maria Ervina P.S.    (23)
        Nabila Wulannisa   (28)
Kelas             : 8F


DINAS PENDIDIKAN
SMP Negeri 44 Bandung
Jln. Cimanuk  no 1








TKK

Sunday, December 16, 2012

Macam- Macam TKK (Tanda Kecakapan Khusus)
Dipetik dari Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka :

  1. Nomor 132 Tahun 1979 tanggal 17 Juli 1979 tentang : Syarat- syarat dan gambar- gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
  2. Nomor 016 Tahun 1980 tanggal 24 Januari 1980 tentang : Tambahan syarat- syarat dan gambar- gambar Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
  3. Nomor 030 Tahun 1981 tanggal 28 Pebruari 1981 tentang : Syarat- syarat dan gambar tanda Kecakapan Khusus Agama Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha.

I. Bidang AGAMA, MENTAL, MORAL, SPIRITUAL, PEMBENTUKAN PRIBADI DAN WATAK
  • Sholat
  • Khotib
  • Qori’
  • Muadzin
  • Penabung
  • Do’a
  • Gereja
  • Pelayan
  • Saksi Kristus
  • Terang Alkitab
  • Suluh Gereja
  • Bhakti
  • Dharmika
  • Wicaksana
  • Satwika
  • Dana Punia
  • Bhakti
  • Sadha
  • Sila

II. Bidang PATRIOTISME DAN SENI BUDAYA
  • Pengatur Rumah
  • Pengatur Meja Makan
  • Pemimpin Menyanyi
  • Penyanyi
  • Pelukis
  • Juru Gambar
  • Mengarang
  • Pembaca
III. Bidang KETANGKASAN DAN KESEHATAN
  • Gerak Jalan
  • Pengamat
  • Penyelidik
  • Perenang
  • Juru Layar
  • Juru Selam
  • Pendayung
  • Ski Air
  • Pencak Silat
 IV. Bidang KETRAMPILAN DAN TEKNIK PEMBANGUNAN
  • Peternak Ulat Sutra
  • Peternak Kelinci
  • Peternak Lebah
  • Juru Kebun
  • Penenun
  • Juru Bambu
  • Juru Anyam
  • Juru Kayu
  • Juru Batu
  • Juru Logam
  • Juru Kulit
  • Penjilid Buku
  • Juru Potret
  • Penangkap Ikan
  • Peternak Itik/ Angsa/ Menthok/ dsb
  • Peternak Ayam
  • Pemelihara Ternak
  • Pemelihara Merpati
  • Pengumpul Perangko
  • Pengumpul Lencana
  • Pengumpul Mata Uang
  • Tanaman Kering (Herbarium)
  • Pengumpul Tanaman Hidup
  • Pengumpul Benda
  • Pengumpul Hewan Kering/ Basah
  • Juru Semboyan
  • Menjahit
  • Juru Masak
  • Pengendara Sepeda
  • Pecinta Dirgantara
  • Pembuata Pesawat Model
  • Pengenal Cuaca
  • Komunikasi
  • Konstruksi Pesawat Udara
  • Juru Motor Pesawat Terbang
  • Navigasi Udara
  • Evakuasi Medis Dirgantara
  • Pengenal Pesawat Terbang
  • Petani Padi
  • Juru Peta
  • Navigasi Laut
  • Juru Isyarat Bendera
  • Pelaut
  • Juru Isyarat Listrik
  • Juru Isyarat Optik
  • Perencana Kapal
  • Perahu Motor
  • Berkemah
  • Penjelajah/ Pencari Jejak
  • Pengembara
  •  

V. Bidang SOSIAL, PERIKEMANUSIAAN, GOTONG ROYONG, KETERTIBAN MASYARAKAT, PERDAMAIAN DUNIA, DAN LINGKUNGAN HIDUP
  • Pemadam Kebakaran
  • Pengamanan Lalu Lintas
  • Pengamanan Kampung/ Desa
  • Penunjuk Jalan
  • Juru Bahasa
  • Pembantu Ibu
  • Perawat anak
  • Perawatan Keluarga (Hom Norsing)
  • Penerima Tamu
  • Juru Penerang
  • Korespondensi
  • Pertolongan Pertama
  • Pembantu Penyuluh Padi
  • Keadaan Darurat Penerbangan (Emergency)
  • Keadaan Darurat Laut (Emergency)


SKK dan TKK Pramuka Penggalang di Bidang Agama Hindhu


SKK Bhakti
Untuk mencapai tingkat Purwa, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Dapat melaksanakan Persembahyangan Tri Sandya dengan baik dan tertib
v Dapat merapalkan/mengucapkan mantra Tri Sandya dari bait pertama sampai bait keenam

Untuk mencapai tingkat Madya, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Bhakti tingkat Purwa
v Dapat menjelaskan arti Sloka-Sloka Mantra Tri Sandya
v Dapat menyebutkan tata urutan Panca Sembah sebagai lanjutan Tri Sandya

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Bhakti tingkat Madya
v Dapat memimpin Persembahan Tri Sandya, Panca Sembah dan memohon Tirta
v Berbakti kepada Catur Guru



SKK Dharmika
Untuk mencapai tingkat Purwa, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Tahu dan dapat melaksanakan aturan-aturan kehidupan seorang Dharmika (Cila Casana) terutama dari Tri Kaya Parisuddha
v Dapat menyebutkan contoh dan Pengertian Perbuatan Dharma (Catur Paramita) dan dapat menyebut tiga jenis perbuatan Adharma (Lobha, Moha,Krodha)

Untuk mencapai tingkat Madya, seorang Pramuka Penggalang harus:

v Telah memenuhi SKK Dharmika tingkat Purwa
v Pernah melaksanakan Perbuatan Dharma sekurang-kurangnya 4 kali
v Dapat memberikan ceramah tentang Dharma kepada teman-temannya dengan peserta paling sedikit 10 orang

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Dharmika tingkat Madya
v Dapat membaca Sarasamuscaya Mandala I (tentang Dharma)
v Dapat menjelaskan contoh-contoh Perbuatan Adharma dalam Sad Atatayi



SKK Wicaksana
Untuk mencapai tingkat Purwa, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah menjalankan Cila Casana, Bhakti dan hidup Dharmika
v Dapat membaca SLOKA BHAGAWADGITA 10 bait dengan baik dan menterjemahkannya
v Dapat melagukan beberapa nyanyian Suci Agama Hindu seperti: Kidung Warga Sari, Kekawin

Untuk mencapai tingkat Madya, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Wicaksana tingkat purwa
v Telah membaca BHAGAWADGITA Bab I s/d Bab II
v Dapat menyebutkan sifat-sifat Pemimpin Hindu Astabrata

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Wicaksana tingkat Madya
v Telah membaca BHAGAWADGITA XVIII dan Sarasamuscaya hingga selesai
v Dapat memimpin dan melaksanakan Persembahyangan bersama, dan dapat melaksanakan doa-doa pujaan




SKK Satwika

Untuk mencapai tingkat Purwa, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Satwika Siaga
v Telah membaca Kitab Upadesa
v Dapat menyebutkan sifat-sifat ke Mahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa dalam Cadu Cakti

Untuk mencapai tingkat Madya, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Satwika tingkat Purwa
v Dapat menjelaskan sifat-sifat Tuhan Yang Maha Esa (Asta Esuarya)
v Telah membaca Kitab BHAGAWADGITA

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Satwika tingkat Madya
v Telah membaca Kitab Sarasamuscaya dan pernah bertirta Yatra pada 5 tempat suci Hindu
v Dapat melaksanakan Tapa, Brata, Yoga dan Samadi



SKK Dana Punia

Untuk mencapai tingkat Purwa, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah meminta SKK Dana Punia untuk siaga
v Telah melaksanakan Dana Punia secara teratur tiap-tiap Hari Raya kepada Resi-resi/Pandita atau kepada Lembaga-lembaga Sosial Agama Hindu dalam Usana Dana Punia

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Dana Punia tingkat Purwa
v Telah dapat mengabadikan dirinya kepada Resi/Pandita atau pada Lembaga Sosial Agama Hindu selama 1 bulan dalam usaha Dharma
v Dapat menjelaskan kepada Pramuka lainnya tentang Dana Punia dalam kehidupan Agama serta menggalakkannya sebagai kewajiban suci

Untuk mencapai tingkat Utama, seorang Pramuka Penggalang harus:
v Telah memenuhi SKK Dana Punia tingkat Madya
v Dapat merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan Program Dana Punia untuk kepentingan kemanusiaan dan keagamaan
v Dapat menyebutkan jenis-jenis bentuk Dana Punia dan tingkatannya sesuai dengan ajaran Agama Hindu





 
© Vina's Blog | Designed by Blogger Templates.